RSS

Peraturan Akademik SMA N 1 Karanganyar

11 Nov

 

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 KARANGANYAR

TAHUN PELAJARAN 2011-2012

Pasal 1

PROSES PEMBELAJARAN

  1. Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam tahun pelajaran.
  2. Satu Tahun Pelajaran dibagi menjadi dua semester.
  3. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran dalam satu tahun pelajaran sebanyak  38 minggu,
  4. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran setiap semesternya sebanyak 19 minggu .

Pasal 2

KEHADIRAN SISWA

  1. Siswa wajib hadir mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun pelajaran untuk setiap tingkat.
  2. Dalam satu semester setiap siswa wajib hadir mengikuti proses pembelajaran tatap muka sebanyak 19 kali jumlah Jam ( BUAT PROSENTASE ) Pelajaran perminggu dari setiap Mata Pelajaran.
  3. Setiap siswa wajib mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di lapangan ( di luar kelas ) sesuai karakteristik Mata pelajaran dan tuntutan Standar Isi setiap Mata Pelajaran.

Pasal 3

KETIDAKHADIRAN SISWA

Ketidakhadiran siswa dalam kegiatan proses pembelajaran dapat disebabkan karena :

  1. Sakit ( dibuktikan dengan surat keterangan dokter/pemberitahuan langsung orang tua/wali )
  2. Ijin ( didahului dengan permohonan orang tua )
  3. Ditugaskan oleh sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
  4. Sengaja tidak mengikuti kegiatan pembelajaran ( bolos ) dan atau tanpa keterangan yang sah.

Pasal 4

PROSES PENILAIAN

Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan melalui  kegiatan :

  1. Ulangan

Ulangan meliputi :

a)        Ulangan harian

b)        Ulangan Tengah Semester

c)         Ulangan Akhir Semester / Ulangan Kenaikan kelas

Siswa wajib mengikuti Ulangan yang diberikan oleh Guru.

  1. Tugas Mandiri/Kelompok.

Tugas yang dibebankan guru kepada siswa dapat berupa :

a)      Tugas Terstruktur

b)      Tugas Mandiri Tidak Tersetruktur

Siswa wajib menyelesaikan seluruh tugas yang dibebankan oleh guru.

Pasal 5

SYARAT DAN SANKSI MENGIKUTI PENILAIAN

            Syarat untuk dapat mengikuti penilaian :

  1. Persentase minimal kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 75% dari kehadiran wajib untuk masing-masing mata pelajaran.
  2. Ketidakhadiran 25% disebabkan tidak masuk tanpa keterangan (alpa).
  3. Persentase minimal kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 50% dari kehadiran wajib, jika ketidak hadirannya akibat ditugaskan sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.

Sanksi :

Siswa yang tidak memenuhi point a dan tidak mengikuti proses penilaian secara lengkap tidak diperkenankan mengikuti UAS/UKK/US/UN.

 

Pasal 6

KETENTUAN PENILAIAN

  1. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan mengacu pada standar kompetensi lulusan untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran, yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
  2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.
  3. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.
  4. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
  5. Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
  6. Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara periodik melalui: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.

Pasal 7

ULANGAN DAN UJIAN

  1. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.
  2. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
  3. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
  4. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
  5. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.
  6. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
  7. Ujian Nasional
  8. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya.

Pasal 8

PELAKSANAAN ULANGAN DAN UJIAN

  1. Penilaian hasil belajar diselenggarakan melalui ulangan harian dan Tugas Mandiri/Kelompok dilakukan sepenuhnya oleh pendidik.
  2. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan.
  3. Ujian Sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan
  4. Ujian Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah

Pasal 9

NILAI/LAPORAN PENILAIAN

  1. Nilai akhlak mulia dan kepribadian dihimpun oleh guru BP/BK dari guru Agama dan Kewarganegaraan.
  2. Nilai Pengembangan Diri dihimpun oleh guru BP/BK dari Pelatih/Instruktur/Pembimbing kegiatan pengembangan diri.
  3. Nilai harian diperoleh dari gabungan Hasil ulangan harian dengan nilai tugas dengan perbandingan 75% : 25 %.
  4. Nilai ulangan diperoleh dari rata-rata nilai UTS dan UAS
  5. Nilai akhir setiap mata pelajaran diperoleh dari pembobotan Nilai Harian : Nilai Ulangan = 2 : 1.
  6. Nilai Ujian Sekolah / UN

Pasal 10

REMIDIAL

  1. Peserta didik yang belum mencapai KKM pada ulangan harian dan Ulangan Tengah Semester harus mengikuti remidial.
  2. Pembelajaran remedial diberikan setelah dilakukan analisis terhadap hasil ulangan harian ( untuk beberapa KD ) atau Ulangan tengah semester ( untuk beberapa SK ) ketercapaiannya kurang dari 50 % dari KKM
  3. Pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara lain:

a)      Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda melalui kegiatan tatap muka di luar jam efektif.

b)      Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan.

c)      Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus.

d)     Pemanfaatan tutor sebaya.

  1. Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial.
  2. Nilai hasil remedial tidak melebihi nilai KKM.

Pasal 10

KENAIKAN KELAS, PENJURUSAN DAN KELULUSAN

  1. Kenaikan Kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau setiap akhir semester genap.
  2. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semerter genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil, harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap.
  3. Nilai akhlak mulia dan kepribadian minimal baik.
  4. Boleh memiliki nilai 50  hanya pada satu mata pelajaran .
  5. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai KKM, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran.
  6. Siswa yang naik ke kelas XI berhak masuk pada program jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.
  7. Apabila peminat melebihi daya tampung program maka dilakukan seleksi berdasarkan nilai yang merupakan mata pelajaran ciri khas program.
  8. Untuk program IA sebagai bahan seleksi ditambah mata pelajaran matematika.
  9. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai KKM lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program, atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu mata pelajaran ciri khas program.
  10. Kelulusan peserta didik ditetapkan oleh rapat Dewan Pendidik dengan krireria :

a)         Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.

b)        Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

c)         Lulus ujian sekolah.

d)        Lulus UN.

Pasal 11

HAK DAN KEWAJIBAN SISWA

MENGGUNAKAN FASILITAS BELAJAR

  1. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas belajar dalam rangka mencapai kompetensi dasar sesuai mata pelajaran, yang berupa :
  2. Alat dan Bahan Praktikum untuk mata pelajaran Biologi,Kimia dan Fisika
  3. Media Pembelajaran
  4. Alat / perabot praktik untuk mata pelajaran Kesenian, Penjasorkes dan Keterampilan
  5. Komputer dan Internet untuk praktek mata pelajaran TIK
  6. Alat praktik ( Lab. Bahasa ) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
    1. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas perpustakaan sekolah dalam bentuk : Meminjam buku pelajaran, buku refrensi dan pengetahuan umum di perpustakaan sesuai prosedur.
    2. Setiap peserta didik berkewajiban untuk memiliki minimal satu buah buku pelajaran dan buku refrensi setiap mata pelajaran yang sesuai dengan Standar Isi Kurikulum.
    3. Setiap peserta didik berkewajiban untuk memelihara setiap fasilitas belajar yang terdapat di perpustakaan,Lab.Fisika,Lab Kimia, Lab.Biologi, Lab.Bahasa , Lab.Komputer dan Lab. IPS.

 

Pasal 12

LAYANAN KONSULTASI SISWA

  1. Untuk membantu pencapaian kompetensi, setiap peserta didik diberi pelayanan akademis oleh guru mata pelajaran,wali kelas maupun konselor ( Guru BK )
  2. Setiap guru mata pelajaran wajib menyediakan waktu layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya.
  3. Setiap wali kelas wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya.
  4. Setiap guru BK wajib menyediakan jadwal layanan  kepada setiap peserta didik asuhannya.
  5. Layanan khusus diberikan kepada setiap peserta didik yang memiliki masalah khusus dalam mengikuti proses pembelajaran, seperti masalah :

Layanan khusus diberikan secara berjenjang mulai dari guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK

  1. Segala bentuk pelayanan ( akademik dan khusus ) dikoordinasikan dengan guru BK.
  2. Setiap peserta didik wajib melaksanakan satu jenis kegiatan pengembangan diri.
  3. Setiap peserta didik berhak mendapat pelayanan untuk melaksanakan pengembangan diri.

Pasal 13

MUTASI SISWA

  1. Mutasi siswa dapat berupa :

a)         Mutasi Jurusan

b)        Mutasi Masuk

c)         Mutasi Keluar

  1. Setiap peserta didik kelas XI berhak menentukan jurusan/program sesuai prestasi akademik dan minat.
  2. Setiap peserta didik kelas XI dapat pindah ( mutasi ) jurusan paling lambat satu bulan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung di awal tahun ajaran jika memenuhi syarat dan masih ada formasi.
  3. Peserta didik yang ingin pindah jurusan setelah satu bulan kegiatan pembelajaran berlangsung, disarankan pindah ke  sekolah lain.
  4. Peserta didik kelas XI yang tidak naik ke kelas XII dapat mengulang kembali dikelas XI dengan memilih jurusan yang lain.
  5. Peserta didik kelas XI yang naik ke kelas XII tidak boleh mengganti jurusan yang telah dipilih.
  6. Proses penerimaan siswa pindah masuk dilakukan paling lambat minggu ke tiga setiap awal semester.
  7. Siswa pindah masuk harus memenuhi persyaratan :

a)         Berasal dari sekolah di luar wilayah eks Kabupaten Karanganyar

b)        Berasal dari SMA / MA

c)         Berasal dari sekolah yang terakreditasi minimal sama.

d)        Berasal dari sekolah yang memiliki KKM ≥ KKM sekolah untuk seluruh mata pelajaran.

e)         Bukan siswa kelas XII

f)         Berkelakuan baik dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah.

g)        Lulus test penjajakan kemampuan akademik.

  1. Setiap peserta didik berhak pindah keluar atas permintaan orang tua/wali murid.
  2. Setiap peserta didik berpeluang pindah keluar atas pertimbangan sekolah.

Karanganyar, 11 Juli 2011

Mengetahui                                                                             Kepala Sekolah

Komite  Sekolah

 

Ir. Pri Haryanto, MM                                                           Drs. H. Sobirin M, M.Pd

Ketua                                                                                      NIP.19580708 198603 1 005

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 11, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: